.

Selasa, 20 Mei 2014

Embrio Etika Profetik dengan Memaksimalkan Masjid

Sekilas Masjid dan Etika Profetik
Kata masjid terulang sebanyak dua puluh delapan kali di  dalam Al-Quran.  Dari  segi bahasa, kata tersebut terambil dari akar kata sajada-sujud, yang  berarti  patuh,  taat,  serta  tunduk dengan penuh hormat dan takzim. Meletakkan  dahi,  kedua tangan, lutut, dan kaki ke bumi, yang kemudian dinamai sujud oleh syariat,  adalah  bentuk  lahiriah yang  paling  nyata  dari makna-makna di atas. itulah sebabnya mengapa bangunan yang dikhususkan  untuk  melaksanakan  shalat dinamakan masjid, yang artinya "tempat bersujud." (M. Quraish Shihab, 1999)

Rabu, 10 Agustus 2011

Transformasi Intelektual Profetik dalam Menggagas Kebudayaan Ilmu; Upaya Objektifikasi Nilai-Nilai Ikatan


Sebagai hadiah malaikat menanyakan apakah aku ingin berjalan di atas mega  dan aku menolak karena kaki ku masih di bumi sampai kejahatan terakhir dimusnahkan sampai dhu’afa dan mustadh’afin diangkat Tuhan dari penderitaan. (Kuntowijoyo, Makhrifat Daun Daun Makhrifat)
 a.       Pendahuluan
 Manusia dalam fitrahnya merupakan mahluk sosial, dimanapun dan kapanpun manusia memerlukan orang lain, kebutuhan dalam memerlukan orang lain ini tertuang dalam kerjasama serta hidup bersama dengan yang lainnya. Sebelum melakukan kerjasama yang dilakukan mengenal dan memahami satu dengan lainnya. Pemaknaan tentang saling mengenal tersebut sebenarnya sudah teruang dalam Al Qur’an surat al hujurat; 

Kamis, 23 Juni 2011

Perkenalan dengan Gerakan Intektual Profetik

Manifesto Gerakan Intelektual Profetik  merupakan jawaban atas paradigma Ikatan yang selama ini berbeda masing-masing pimpinan dari tingkatan Pusat hingga Komisariat.  Buku ini juga melengkapi literatur Ikatan yang sudah jarang ditemukan serta menjadi bahan bacaan bagi yang mengkaji paradigma profetik serta gerakan kemahasiswaan. Buku ini mengkaji nilai-nilai yang ada dalam diri Ikatan serta bagaimana menghadirkan nilai tersebut sebagai jatidiri yang membedakan Ikatan dengan gerakan mahasiswa yang lain. Nilai tersebut menjadi alat pandang dan cara menyelesaikan proses dehumanisasi disaat ini, dengan membawanya pada cita-cita ideal yang diingin-kan. Manifesto GIP merupakan tulisan yang mengupas tentang paradigma Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam merespon realitas makro, mezo dan mikro, respon tersebut merupakan jawaban Ikatan atas proses dehumanisasi yang terjadi sampai saat ini. Kerja nyata yang dilakukan oleh ikatan dalam realitas ini, merupakan kerja kemanusiaan dalam bingkai nilai transenden dalam rangka beribadah kepada Allah (taqarub ilallah).